Kemana Aku Harus Pulang?


Padang,

Sebuah kota yang identik dengan rendang

Tempat dimana pantai membentang sejauh mata memandang

Teringat saat ibu membawaku ke bukit berbekalkan parang

Mencari kayu untuk dijadikan arang

Singgah ke tempat seorang saudagar untuk bertandang

Meminta semangkuk nasi yang tengah ditanak di dalam dandang

Bercerita ibu tentang sakit yang meradang

Berharap tak lagi ada musibah yang menghadang

Angin pun membawa kami terbang

Jauh ke kota asing menjemput impian yang gemilang

Namun kemudian kami menghilang

Hingga lupa jalan pulang.


Jakarta, 17 Mei 2023

Yang Selalu Kurang





Ketika mampu tak bisa memenuhi harap, hanya pada-Nyalah ku bisa menghadap. Meminta pada Sang Maha agarku diberi cukup, menengadah hingga mata tertutup.

Apakah kata yang ku langitkan disetiap sujud tak cukup?  Ataukah pintu-Nya sudah tertutup? Untukku yang tak pernah merasa cukup.

Mei, 17 2023


 

Ternyata Aku Tidak Benar-benar Siap

Entah..
Aku berharap ini hanya perasaanku belaka. Perasaan yang tumbuh dari rasa takut yang terlalu berlebih. Rasanya semakin hari semakin tidak percaya diri.

Hanya pada-Nya ku bisa mengadukan ketakutan ku. Tiada sesiapa yang dapat kuajak bicara. Aku menyimpannya sendiri hingga rasanya tak jarang bendungan itu tak kuat menahan derasnya air mata.

Tiap kali langkahku menjauh darinya, tak henti hati ini melangitkan doa semoga Dia yang diatas sana melindunginya dengan segenap lindungan terbaikNya.

Melihatnya menahan semua beban yang menimpanya, membuatku meminta-Nya untuk memberikan takdir terbaik-Nya tanpa menyiksanya, apa pun itu aku siap. Namun nyatanya kerap kali kudapati diri tidak benar-benar siap.

Dia adalah titik terlemahku. Aku tidak peduli dengan apa pun yang hilang kecuali dia. 

Tangannya yang dulu selalu menjadi obat terbaik untuk rasa kurang nyaman yang ada ditubuhku kini telah melemah. Kakinya sudah tak lagi mudah untuk ia bawa melangkah.

Dibalik ketidak tegaanku melihatnya berusaha keras untuk bertahan, terselip harap semoga Sang Pemilik Takdir memberinya waktu lebih lama. Setidaknya sampai detik dimana dapat ku bisikan sebuah kalimat ditelinganya "ma, tenanglah, putri bungsu kesayanganmu sudah ada yang menjaga". 

Apa pun yang terbaik untukmu ma, dariku si putri bungsu yang tingkat gengsinya persis sepertimu 🥲

Jelita, 12 Mei 2023

Terang



Dimanakah keberadaanmu wahai takdir yang katanya akan indah itu?
Berapa lama lagi waktu yang kau butuhkan untuk benar-benar hadir?
Sehari? Seminggu? Sebulan? Setahun? Atau selamanya?

Mmmmm 
Aku bukan lelah menunggu
Berusaha ku nikmati waktu, untuk tetap hidup
Berusaha menjadikan diri cahaya, untuk mereka yang sedang redup
Walau terkadang aku pun meredup
Hingga rasanya sekeliling gelap, seperti tak hidup

Tak jarang aku mengemis cahaya padanya yang tengah terang
Namun ia hanya menatapku gamang
Seolah enggan untuk berbagi terang
Ku berbalik arah untuk kembali pulang
Ke pelukan Bunda yang siap menopang
Untuk sekadar mengisi daya agarku bisa kembali terang
Lalu kembali melangkah untuk membagikan cahaya ditengah tenang


Jelita, 09 Mei 2023

 

Batas Cukup

Location: Huta Ginjang, West Sumatera


Ketika satu persatu pintu mulai tertutup

Aku datang mengetuknya dengan harap yang tak pernah luput

Mengabaikan bisikan yang mengatakan bahwa tak lagi ada tempat untukku disana

Namun kemudian aku harus kembali dengan wajah tertunduk penuh pilu

Benarkah tak ada lagi tempat untukku?

Apakah semua bayangan masa lalu yang hadir hanya semu?

Lalu apa arti kata rindu?

Apa hanya sekedar untuk membuatku haru?

Hmmmm

Rasanya aku sudah tiba di batas cukup

Tak akan lagi ku ketuk pintu yang sudah tertutup

Hanya untuk menemuimu yang hatinya sudah terkatup

Sudah saatnya untukku mengambil langkah baru

Ke tempat dimana aku diterima secara utuh

Bukan tempat dimana aku hanya sekedar pernah ada



Jelita, 4 mei 2023

Hilang Arah


 Entahlah..

Mungkin hanya lelah
Lelah dengan harap yang selalu berujung pasrah
Yang membuatku melangkah tanpa arah

Mencari petunjuk untuk pulang
Namun angan membawaku kembali terbang
Terbang
Terbang mengikuti bayang bayang
Hingga sepi kembali datang

- Jelita, 01 Mei 2023

Memulai....


Tepat 1 bulan yang lalu ditanggal 1 Januari 2023, aku memulainya. Memulai mengeksplore kemampuan diriku dalam hal menulis dengan mengikuti campaign 30 hari bercerita. Walau awalnya sempat ragu, apakah aku bisa konsisten atau tidak untuk menulis selama 30  hari. Bagaimana nanti jika ada satu hari aku tidak menemukan ide? Bagaimana jika nanti tulisanku mengandung kemudharatan? Bagaimana jika nanti ada orang yang  tersinggung dengan cerita yang kutulis?

Ku bungkus semua keraguan itu di relung hati paling dalam, dan memulai pagi di tahun yang baru dengan menuliskan sebuah cerita, pertanda aku akan memulai 1 langkah baru untuk 30 hari kedepan. 

Belum masuk 1 minggu, aku sudah kehabisan ide ingin menuliskan cerita apa, sampai akhirnya aku meminta saran pada followersku melalui QnA pada story instagram.

Hari demi hari berlalu tanpa terasa sudah memasuki hari ke-30 tepat 2 hari yang lalu. Kembali ku baca satu persatu tulisan-tulisanku yang sudah terposting pada laman instagramku. Tidak ada 1 hari pun ku lewatkan tanpa menuliskan sebuah cerita, dan aku seolah menjadi terbiasa dengan aktivitas tersebut. Walau sebenarnya banyak cerita yang ku tulis tidak sempat ku publish karena bagiku itu tidak layak menjadi konsumsi publik.

Kemarin kuputuskan untuk mengarsipkan semua cerita yang sudah ku posting, entah suatu hari nanti akan ku tampilkan kembali atau tidak, aku juga tidak tau. Untuk saat ini aku hanya ingin menyimpannya untuk diriku sendiri, perihal kedepannya bagaimana, aku juga tidak tau.

Perhari ini platform ini akan menjadi media curhat onlineku di sela-sela kesibukan yang agaknya semakin hari semakin tidak jelas ehehehehe

Semangat aku, kamu, dan kalian..