Ternyata Aku Tidak Benar-benar Siap

Entah..
Aku berharap ini hanya perasaanku belaka. Perasaan yang tumbuh dari rasa takut yang terlalu berlebih. Rasanya semakin hari semakin tidak percaya diri.

Hanya pada-Nya ku bisa mengadukan ketakutan ku. Tiada sesiapa yang dapat kuajak bicara. Aku menyimpannya sendiri hingga rasanya tak jarang bendungan itu tak kuat menahan derasnya air mata.

Tiap kali langkahku menjauh darinya, tak henti hati ini melangitkan doa semoga Dia yang diatas sana melindunginya dengan segenap lindungan terbaikNya.

Melihatnya menahan semua beban yang menimpanya, membuatku meminta-Nya untuk memberikan takdir terbaik-Nya tanpa menyiksanya, apa pun itu aku siap. Namun nyatanya kerap kali kudapati diri tidak benar-benar siap.

Dia adalah titik terlemahku. Aku tidak peduli dengan apa pun yang hilang kecuali dia. 

Tangannya yang dulu selalu menjadi obat terbaik untuk rasa kurang nyaman yang ada ditubuhku kini telah melemah. Kakinya sudah tak lagi mudah untuk ia bawa melangkah.

Dibalik ketidak tegaanku melihatnya berusaha keras untuk bertahan, terselip harap semoga Sang Pemilik Takdir memberinya waktu lebih lama. Setidaknya sampai detik dimana dapat ku bisikan sebuah kalimat ditelinganya "ma, tenanglah, putri bungsu kesayanganmu sudah ada yang menjaga". 

Apa pun yang terbaik untukmu ma, dariku si putri bungsu yang tingkat gengsinya persis sepertimu 🥲

Jelita, 12 Mei 2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar